Senin, 28 Desember 2009

tanggung jawab untuk mengkaji psikologi terorisme


Kita masih mengingat peristiwa 11 september 2001, dimana pada saat itu terjadi sebuah peristiwa yang sangat dramatik, dan membawa kita para penduduk dunia memasuki sebuah era baru, yaitu era terorisme.
Terorisme memiliki beragam definisi, mulai dari pandangan secara ekonomi, politik, dan budaya. Dalam kamus miriam webster collegiate dictionary terorisme didefinisikan sebagai usaha untuk memberikan ketakutan, kepanikan dan rasa kekhawatiran pada masyarakat secara sistematik dengan menggunakan kekerasan. Pelaksanaan teror tersebut biasanya dilakukan secara samar-samar dan sangat tersembunyi.
Kalau kita melihat dari definisi di atas, sebenarnya telah terjadi revolusi penggunaan istilah teroris. Dahulu di masa perang dunia ke dunia, NAZI dikenal sebagai biang teror di antara negara-negara yang ada pada saat itu. Dimana organisasi ini melakukan pembunuhan secara massal dan massive pada warga keturunan Yahudi dengan alasan bahwa Yahudi merupakan keturunan ras manusia paling terbelakang di antara ras-ras yang lain. Kemudian kita pun masih ingat di era perang dunia ke dunia dimana Amerika memerangi Jepang dengan menggunakan bom atom yang dijatuhkan di daerah Hiroshima dan nagasaki, dimana korban yang jatuh mencapai kurang lebih dari 250 ribu orang. Kemudian Israel yang merupakan warga pengungsian keturunan Yahudi yang dipindahkan sementara di daerah Palestina, melakukan agresi militernya kepada warga asli palestina, sehingga luas daerah kekuasaan Israel semakin melebar di tanah palestina, dan palestina semakin menyempit dan warga palestina pun semakin menderita dibuatnya.
Istilah terorisme memang mengalami revolusi dalam berbagai pandangan, akan tetapi kita sebagai mahasiswa Psikologi patut mencari tahu bagaimana pandangan psikologi terhadap terorisme itu sendiri, sehingga kita bisa melakukan intervensi dan penanganan secara langsung maupun tidak langsung untuk mengantisipasi penyebarluasan aksi-aksi terorisme ini. Dan tentunya kita sebagai mahasiswa yang beragama Muslim hendaknya menjadi bahan kajian bagi diri kita untuk membersihkan nama Islam dari tuduhan-tuduhan yang tidak bertanggung jawab.

0 komentar:

Poskan Komentar