Sabtu, 05 Desember 2009

kepribadian traits menurut Cattel

1. Biografi Cattell
Raymond Bernard Cattell lahir di Staffordshire, Inggris, pada tahun 1905 dan menyelesaikan semua pendidikannya di Inggris. Ia mendapat gelar B.Sc. dari Universitas London pada tahun 1924 dalam bidang kimia dan Ph.D. dalam bidang Psikologi di bawah bimbingan Spearman di institut yang sama paa tahun 1929. ia menjadi dosen pada Universitas College of the Shoth Wes, Exeter, Inggris, tahun 1928-1931 dan menjadi direktur City Psychological Clinic di Leicester, Inggris, tahun 1932-1937.
Sama seperti teoritikus lain yang menekankan metode analisis faktor, Cattell sangat berhutang budi pada karya rintisan Spearman dan pengembangan-pengembangan luas yang dilakukan oleh Thurstone. Peruusan teoretisnya sangat erat berhubungan dengan perumusan McDougal, yang minatnya dalam menelusuri dimensi-dimensi yang mendasari tingkah laku dan penekanannya pada self-regarding sentiment ( dorongan untuk mempertahnkan harga diri) tampak dalam bentuk modern pada tulisan-tulisan Cattel, khususnya yang berhubungan dengan perkembangan, sangat erat hubunganny dengan perumusan-perumusan Freud dan penulis-penulis Psikoanalitis sesudahnya.
2. Hakikat Kepribadian: Struktur Sifat-sifat
Sistem konstruk-konstruk yang dikemukakan Cattell merupaan salah satu dari antara yang paling kompleks dari sekalian teori yang pernah dibahas sebelumnya. Cattell melihat kepribadian sebagai suatu struktur sifat-sifat (traits) yang kompleks dan terdiferensiasi, yang motivasinya sebagian besar tergantung pada salah satu gugus dari sifat-sifat ini, yang disebut dynamic traits atau sifat-sifat dinamik.
a. Sifat-sifat
Bagi Cattel sifat adalah suatu “struktur mental”, suatu penyimpulan yang didasarkan pada tingkah laku yang dapat diobservasi untuk menjelaskan keteraturan atau regularitas dan ketetapan atau konsistensi dalam tingkah laku ini.
Sentral dalam segi pandangan Cattell adalah pembedaan surface traits atau sifat-sifat permukaan, yakni gugus variabel-variabel yang menampak atau terbuka dan yang saling berhubungan dan source traits atau sifat-sifat sumber, yakni variabel-variabel “dibalik layar” yang menentukan berbagai manivestasi pada permukaan. Jadi, kalau kita menemukan sejumlah tampak yang saling berhubungan, kita dapat memandangnya sebagai satu variabel. Dalam bidang kedokteran gejala ini disebut sindrom, tetapi disini disebut sifat ermukaan. Sebaliknya, sifat-sifat sumber hanya akan diketahui lewat analisis faktor yang memungkinkan peneliti mengestimasikan varibel atau faktor-faktor yang menjadi dasar dari tingkah laku permukaan ini.
Sifat-sifat permukaan merupakan hasil interaksi antara sifat-sifat sumber dan pada umumnya bersifat kurang stabil dibandingkan dengan faktor-faktor. Cattell mengakui bahwa bagi pengamat awam sifat-sifat permukaan mungkin terasa lebih shahih dan lebih bermakna dibanding sifat-sifat sumber karena mereka ini lebih cocok dengan berbagai jenis generalisasi yang dapat disimpulkan berdasarkan obsevasi sederhana. Akan tetapi pada akhirnya sifat –sifat sumberlah yang paling berguna untuk menerangkan tingkah laku. Cattell menyatakan bahwa sifat-sifat sumber dapat dibagi atas sifat-sifat yang merupakan hasil pengaruh hereditas, atau secara lebih luas disebut faktor-faktor konstitusi, dan sifat-sifat yang berasal dari faktor-faktor lingkungan. Sifat-sifat yang berasal dari pengaruh kerja keadaan-keadaaan lingkungan disebut environmental-mold traits atau sifat-sifat yang terbentuk oleh pengaruh-pengaruh lingkungan; sedangkan sifat-sifat yang memantulkan faktor-faktor hereditas disebut constitutional traits atau sifat-sifat konstitusional.
Sifat-sifat dapat juga digolongkan menurut modalitas ekspresinya. Sifat-sifat yang berfungsi menggerakkan individu untuk bertindak mencapai tujuan tertentu disebut sifat-sifat dinamik; sifat-sifat yang menentukan keefktifan individu dalam mencapai tujuan disebut ability traits atau kemampuan sifat-sifat yang sebagian besar menyangkut aspek-aspek respon yang ditentukan oleh pengaruh konstitusional, seperti kecepatan, energi, atau reaktivitas emosional, disebut temperament traits atau sifat-sifat temperamen.
Sifat-Sifat Abilitas dan Temperamen. Dalam pandangan Cattell, ada tiga sumber data utama tentang kepribadian, yakni: life record atau catatan riwayat hidup atau data-L; self-rating questionnaire atau kuesioner penilaian-diri atau data-Q; dan objective test atau tes objektif atau data¬-T.
b. SIFAT-SIFAT DINAMIK
Dalam sistem Cattell ada 3 macam sifat-sifat dinamik yang penting, yakni: sikap, erg, dan sentimen. Erg kira-kira serupa sengan dorongan biologis, sedangkan sentimen serupa dengan struktur sikap yang dipelajari. Ketiga ini saling berhubungan satu sama lain, hubungan ketiga macam sifat-sifat dinamik ini, disebut ynamic lattice atau kisi-kisi dinamik.
Sikap. Bagi Cattell, sikap adalah variabel dinamik yang menjelma, ungkapan struktur dinamik dasar yang dapat diamati, darimana erg dan sentimen serta hubungannya satu sama lain dapat disimpulkan. Sikap seseorang individu tertentu dalam situasi tetentu merupakan minat dengan intensitas tertentu untuk melakukan serangkaian tertentu terhadap objek.
Erg. Secara sangat sederhana, erg adalah suatu sifat sumber yang ditentukan oleh pengaruh konstitusi dan dinamik. Konsep inilah yang memungkinkan Cattell menjelaskan secara memadai pentingnya pendorong-pendorong tingkah laku yang ditentukan sejak lahir namun dapat di modifikasikan. Sebenarnya fungsi erg pdalam kepribadian Cattell sangat serupa dengan fungsi insting atau kecenderungan (propensity) dalam teori McDougall.
Cattell berpendapat bahwa penelitian-penelitian analisis faktorna telah berhasil menetapkan 10 macam erg (Cattell dan Child, 1975), yakni: rasa lapar, seks, sifat suka berteman, sifat melindungi pada orang tua, rasa ingin tahu, pelarian diri (rasa takut), sifat suka berkelahi, sifat suka memiliki, asersi diri, seks yang narsisistik (nama terakhir berasal dari psikoanalitik; isi faktor ini berkisar pada pemuasan diri – merokok, minum-minuman keras, bemalas-malasan, dan sebagainya).
Sentimen. Sentimen adalah sifat sumber dinamik yang dibentuk oleh lingkungan. Jadi, sentimen sama dengan erg, kecuali bahwa sentimen adalah akibat pengaruh faktor-faktor konstitusi. Dalam pandangan Cattell, sentimen cenerung terorganisasi sekitar objek-objek budaya yang penting, seperti pranata sosial atau tokoh-tokoh, ke arah mana berbagai konstelasi sikap yang rumit tumbuh dan terfokus dan selama pengalaman hidup individu.
Kisi-kisi Dinamik. Berbagai sifat dinamik saling berhubungan dalam suatu pola subsidiation. Pada umumnya, sikap berkedudukan subsider terhadap sentimen, sedangkan sentimen sendiri berkedudukan subsider terhadap erg yang merupakan kekuatan pendorong utama dalam kepribadian.

0 komentar:

Poskan Komentar