Sabtu, 05 Desember 2009

“Gender Differences in Mates Selection: Evidence From a Speed Dating Experiment”

Nama Penelitian: “Gender Differences in Mates Selection: Evidence From a Speed Dating Experiment”
Nama Peneliti:Raymond Fisman, Sheena S. Iyengar, Emir Kamenica, Itamar Simonson
Abstrak: kami meneliti perilaku kencan dengan menggunakan data yang berasal dari eksperimen “speed dating”, dimana kami membuat random matching subjek dan membuat variasi acak pada angka-angka pasangan yang potensial. Desain yang kami gunakan melalui cara pengamatan langsung pada keputusan individu, bukan pada pasangan akhir. Perempuan menaruh minat besar pada kecerdasan dan ras yang dimiliki pasangan, sedangkan lelaki menaruh minat besar pada daya tarik fisik perempuan. Lalu, lelaki tidak menyukai perempuan yang memiliki kecerdasan atau ambisi yang melampaui lelaki. Dan, kami menemukan bahwa perempuan menunjukkan suatu pilihan pada lelaki yang besar dalam keluarga yang makmur.
Desain eksperimen: desain penelitian tersebut berdasarkan pada pertemuan-pertemuan melalui “speed dating”, dimana partisipan dalam 4 menit melakukan pembicaraan untuk menentukan apakah mereka tertarik atau tidak untuk melakukan pertemuan kembali di lain waktu. Jika kedua partisipan “saling menerima”, maka sesudah itu setiap partisipan memberikan kontak informasi pada peneliti.
Subjek: subjek yang digunakan dalam penelitian diambil dari mahasiswa S1 dan sekolah profesional di Universitas Columbia. Partisipan direkrut melalui suatu kombinasi dari e-mail massa dan pamflet yang disebarkan di kampus dan ditangani langsung oleh asisten peneliti.
Setting penelitian: dilakukan pada ruangan terbuka, pada restoran, bar yang terkenal di dekat kampus. Pengaturan meja, lampu, dan tipe serta volume musik yang dimainkan diatur secara tetap di setiap penelitian. Susunan dari meja (segi empat) diatur dengan satu kursi pada setiap bagian meja.
Prosedur: penelitian dilakukan setiap sore pada akhir pekan selama 2002-2004. Secara umum, dua sesi dijalankan pada setiap sore, dengan partisipan didistribusikan secara acak. Partisipan tidak mengetahui berapa jumlah pasangan yang akan mereka temui pada kencan kilat. Setiap partisipan diberikan clipboard, pulpen, nametag yang hanya tertulis nomor ID. Setiap clipboard termasuk sebuah kartu skor ditutupi dengan kover, agar kerahasiaan identitas partisipan tetap terjaga kerahasiaannya. Partisipan akan melingkari pilihan keputusan “yes” atau “no” dibawah nomor ID untuk mengindikasikan kalau mereka akan bertemu kembali di lain waktu. Dibawah pilihan Yes/No tertulis 6 atribut yang akan dinilai oleh partisipan mengenai pasangan yang ia temui. 6 aspek tersebut ialah, attractive, sincere, Intelligent, fun, ambitious, shared Interest
Hasil: rata-rata lelaki tidak menilai inteligensi dan ambisi perempuan ketika hal tersebut melampaui dirinya, kemudian hanya sedikit lelaki yang memilih perempuan yang memiliki ambisi yang lebih besar dari dirinya. Perempuan lebih memilih pasangan dari lelaki yang dibesarkan pada keluarga yang kaya. Dan partisipan lelaki dan perempuan lebih menerima pasangan yang besar pada populasi yang kurang padat. Perempuan sangat diskriminatif dalam memilih pasangan (dalam hal ini ras), mereka lebih memilih pasangan yang berasal dari ras mereka sendiri. Sedangkan lelaki tidak menunjukkan diskriminasi secara signifikan.

1 komentar:

abimizan summa terra mengatakan...

Acara televisi seperti "if woman rule the world", "survivor" atau "big brother" yang baru tanyang di indonesia pada dasarnya adalah penelitian psikologi. pasikogi massa permirsa dan individu pemain.

Poskan Komentar